Para bapak di Irlandia akan memiliki lebih banyak alasan untuk merayakan Hari Ayah tahun depan: pada September, negara ini menerapkan cuti untuk orangtua baru selama dua pekan yang ditanggung perusahaan.
Menurut data Organisasi Buruh International ILO, Irlandia akan mengikuti negara lain seperti Inggris, Spanyol, Polandia, Selandia Baru dan Australia.
Irlandia memang ketinggalan dibandingkan negara-negara lain di Eropa dalam menerapkan kebijakan yang disebut 'kuota ayah' (Islandia dan Finlandia teal menawarkan cuti dengan tanggungan perusahaan bagi para ayah baru selama lebih dari satu bulan), tetapi ini bukan berarti menjadi negara yang paling terlambat untuk memberikan libur setelah kelahiran anak.
Para ayah di Irlandais juga akan menerima 230 euros (Rp 3 juta) tiap pekan dari pemerintah meski mereka memiliki usaha sendiri.
Hanya ada dua negara di dunia yang tidak memberikan cuti melahirkan bagi para ibu yang ditanggung perusahaan - Papua Nugini dan AS - tetapi ada banyak tawaran tanpa bayaran bagi para ayah baru di sana.
Karena itu, banyak pria yang mengambil libur atau cuti tahunan yang tidak dibayar untuk mendukung pasangan dan bayinya- dan hanya sedikit yang mengambil cuti lebih dari dua pekan.


Selama bertahun-tahun perhatian untuk membuat lebih banyak perempuan kembali bekerja terjadi dalam tiap pembahasan tentang cuti melahirkan, tetapi para ahli yakin jawaban atas masalah itu adalah fokus pada total pendapatan keluarga dan bekerja keras selama masa cuti melahirkan.
Pada akhirnya, BBC Capital memberikan empat cara bagaimana cuti melahirkan dapat meningkatkan keseimbangan keuangan keluarga.

Ibu bisa memulai mendapatkan bayaran lebih

Ada sejumlah bukti bahwa kebijakan cuti bagi orangtua baru yang lebih baik dapat membantu menutup kesenjangan gaji antar gender? Skandinavia, yang menawarkan sejumlah kebijakan yang dermawan di dunia, mungkin dapat menyediakan sejumlah jawaban.
Sebuah studi yang dilakukan pemerintah Swedia menunjukkan bahwa untuk setiap bulan dari cuti melahirkan yang diambil oleh ayah, gaji tahunan ibu di masa mendatang dapat meningkat hampir 7%.
Mendekati kesenjangan gender telah membantu warga Swedia untuk menjadi negara urutan keempat yang memiliki kesetaraan gender di dunia dalam hal partisipasi angkatan kerja, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan politik diantara kebijakan lainnya.
Tetapi agar hal ini lebih meluas, perilaku perusahaan terhadap ayah bekerja harus diubah meski di negara dimana pemerintahnya telah menawarkan pilihan yang murah hati.
Penelitian terbaru dari Institute of Leadership & Management Inggris menekankan dorongan pembagian cuti melahirkan dan tanggung jawab merupakan sebuah langkah krusial yang memungkinkan lebih banyak perempuan untuk masuk ke dalam jenjang pekerjaan senior, dengan gaji yang lebih baik.
"Namun penelitian kami mengungkapkan adanya hambatan kultural yang menghalangi serapan cuti bagi orangtua baru selama dua pekan menurut undang-undang dan cuti melahirkan tambahan," kata kepala eksekutif ILM Charles Elvin.

Peningkatan jumlah ayah pengasuh

Sebuah penelitian kecil di Swedia menunjukkan bahwa ayah bekerja di perusahaan swasta besar yang mengambil cuti saat pasangannya melahirkan lebih banyak terlibat dalam merawat anak-anak mereka sampai usia 12 tahun.
Dan cuti yang mereka ambil terkait dengan urusan ayah untuk menjaga anak-anak mereka sendiri- dibandingkan yang bergantung pada tempat perawatan anak yang berbayar - ketika ibunya bekerja.


Sementara peneliti dari AS dan Inggris menemukan sebuah kaitan yang signifikan antara para bapak yang mengambil cuti setelah pasangannya melahirkan dan keterlibatan dalam perawatan bayi dan anak-anak mereka di kemudian hari.
Sebagai contoh, 25% dari para ayah di Inggris yang mengambil cuti formal tampaknya melakukan pekerjaan mengganti popok, sementara lebih dari 19% memberi makan bayi mereka yang berusia 8-12 bulan dan bangun ketika bayi mereka terjaga di malam hari.
Ini tidak terkait dengan komitmen menjadi orangtua sebelum kelahiran anak mereka.

Manfaat kesehatan yang positif dapat mengurangi ketidakhadiran

Kesehatan mental para ibu yang baik dapat berarti mereka dalam kondisi yang lebih baik untuk kembali bekerja dan mencari uang. Di Inggris, para ayah mengambil cuti setelah kelahiran bayinya sangat terkait dengan para ibu yang mengambil cuti melahirkan selama tiga bulan dan di Prancis, penelitian menunjukkan bahwa cuti bagi orangtua baru dapat berarti lebih banyak bayi yang mendapatkan perawatan dari ayah dan karena itu para ibu lebih sedikit yang mengalami depresi pasca melahirkan.

Dan disejumlah negara yang beruntung ada penghargaan dalam bentuk uang

Dan tak tanya beberapa negara yang mengadopsi sebuah sistem "gunakan atau hilangkan" untuk mendorong para ayah untuk mengambil cuti melahirkan tetapi ada juga yang memberikan bonus. Sebagai contoh di Jerman, serapan insentif cuti bagi para bapak tidak hanya melalui 'quota ayah' tetapi juga melalui pemberian bonus bagi seluruh keluarga.
Faktanya, di Jerman yang memiliki salah satu kebijakan yang murah hati: pria dan perempuan memiliki hak yang sama terhadap cuti sebagai orangtua dari 12 sampai 14 bulan pada 65% gaji individual orangtua meski masih sangat sedikit pria yang mengambil pilihan tersebut dibanding perempuan.

Empat cara agar cuti melahirkan dapat meningkatkan pendapatan Anda

Para bapak di Irlandia akan memiliki lebih banyak alasan untuk merayakan Hari Ayah tahun depan: pada September, negara ini menerapkan cuti untuk orangtua baru selama dua pekan yang ditanggung perusahaan.
Menurut data Organisasi Buruh International ILO, Irlandia akan mengikuti negara lain seperti Inggris, Spanyol, Polandia, Selandia Baru dan Australia.
Irlandia memang ketinggalan dibandingkan negara-negara lain di Eropa dalam menerapkan kebijakan yang disebut 'kuota ayah' (Islandia dan Finlandia teal menawarkan cuti dengan tanggungan perusahaan bagi para ayah baru selama lebih dari satu bulan), tetapi ini bukan berarti menjadi negara yang paling terlambat untuk memberikan libur setelah kelahiran anak.
Para ayah di Irlandais juga akan menerima 230 euros (Rp 3 juta) tiap pekan dari pemerintah meski mereka memiliki usaha sendiri.
Hanya ada dua negara di dunia yang tidak memberikan cuti melahirkan bagi para ibu yang ditanggung perusahaan - Papua Nugini dan AS - tetapi ada banyak tawaran tanpa bayaran bagi para ayah baru di sana.
Karena itu, banyak pria yang mengambil libur atau cuti tahunan yang tidak dibayar untuk mendukung pasangan dan bayinya- dan hanya sedikit yang mengambil cuti lebih dari dua pekan.


Selama bertahun-tahun perhatian untuk membuat lebih banyak perempuan kembali bekerja terjadi dalam tiap pembahasan tentang cuti melahirkan, tetapi para ahli yakin jawaban atas masalah itu adalah fokus pada total pendapatan keluarga dan bekerja keras selama masa cuti melahirkan.
Pada akhirnya, BBC Capital memberikan empat cara bagaimana cuti melahirkan dapat meningkatkan keseimbangan keuangan keluarga.

Ibu bisa memulai mendapatkan bayaran lebih

Ada sejumlah bukti bahwa kebijakan cuti bagi orangtua baru yang lebih baik dapat membantu menutup kesenjangan gaji antar gender? Skandinavia, yang menawarkan sejumlah kebijakan yang dermawan di dunia, mungkin dapat menyediakan sejumlah jawaban.
Sebuah studi yang dilakukan pemerintah Swedia menunjukkan bahwa untuk setiap bulan dari cuti melahirkan yang diambil oleh ayah, gaji tahunan ibu di masa mendatang dapat meningkat hampir 7%.
Mendekati kesenjangan gender telah membantu warga Swedia untuk menjadi negara urutan keempat yang memiliki kesetaraan gender di dunia dalam hal partisipasi angkatan kerja, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan politik diantara kebijakan lainnya.
Tetapi agar hal ini lebih meluas, perilaku perusahaan terhadap ayah bekerja harus diubah meski di negara dimana pemerintahnya telah menawarkan pilihan yang murah hati.
Penelitian terbaru dari Institute of Leadership & Management Inggris menekankan dorongan pembagian cuti melahirkan dan tanggung jawab merupakan sebuah langkah krusial yang memungkinkan lebih banyak perempuan untuk masuk ke dalam jenjang pekerjaan senior, dengan gaji yang lebih baik.
"Namun penelitian kami mengungkapkan adanya hambatan kultural yang menghalangi serapan cuti bagi orangtua baru selama dua pekan menurut undang-undang dan cuti melahirkan tambahan," kata kepala eksekutif ILM Charles Elvin.

Peningkatan jumlah ayah pengasuh

Sebuah penelitian kecil di Swedia menunjukkan bahwa ayah bekerja di perusahaan swasta besar yang mengambil cuti saat pasangannya melahirkan lebih banyak terlibat dalam merawat anak-anak mereka sampai usia 12 tahun.
Dan cuti yang mereka ambil terkait dengan urusan ayah untuk menjaga anak-anak mereka sendiri- dibandingkan yang bergantung pada tempat perawatan anak yang berbayar - ketika ibunya bekerja.


Sementara peneliti dari AS dan Inggris menemukan sebuah kaitan yang signifikan antara para bapak yang mengambil cuti setelah pasangannya melahirkan dan keterlibatan dalam perawatan bayi dan anak-anak mereka di kemudian hari.
Sebagai contoh, 25% dari para ayah di Inggris yang mengambil cuti formal tampaknya melakukan pekerjaan mengganti popok, sementara lebih dari 19% memberi makan bayi mereka yang berusia 8-12 bulan dan bangun ketika bayi mereka terjaga di malam hari.
Ini tidak terkait dengan komitmen menjadi orangtua sebelum kelahiran anak mereka.

Manfaat kesehatan yang positif dapat mengurangi ketidakhadiran

Kesehatan mental para ibu yang baik dapat berarti mereka dalam kondisi yang lebih baik untuk kembali bekerja dan mencari uang. Di Inggris, para ayah mengambil cuti setelah kelahiran bayinya sangat terkait dengan para ibu yang mengambil cuti melahirkan selama tiga bulan dan di Prancis, penelitian menunjukkan bahwa cuti bagi orangtua baru dapat berarti lebih banyak bayi yang mendapatkan perawatan dari ayah dan karena itu para ibu lebih sedikit yang mengalami depresi pasca melahirkan.

Dan disejumlah negara yang beruntung ada penghargaan dalam bentuk uang

Dan tak tanya beberapa negara yang mengadopsi sebuah sistem "gunakan atau hilangkan" untuk mendorong para ayah untuk mengambil cuti melahirkan tetapi ada juga yang memberikan bonus. Sebagai contoh di Jerman, serapan insentif cuti bagi para bapak tidak hanya melalui 'quota ayah' tetapi juga melalui pemberian bonus bagi seluruh keluarga.
Faktanya, di Jerman yang memiliki salah satu kebijakan yang murah hati: pria dan perempuan memiliki hak yang sama terhadap cuti sebagai orangtua dari 12 sampai 14 bulan pada 65% gaji individual orangtua meski masih sangat sedikit pria yang mengambil pilihan tersebut dibanding perempuan.