BEBASINAJA
- Yogyakarta – Pondius (36) seorang aktivis keagamaan diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sleman, Selasa (20/9/2016). Pria yang tercatat sebagai warga Lampung, Sumatera tersebut terpaksa digelandang ke Mapolres Sleman untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ia diduga mencabuli EP (16) yang merupakan anak didiknya hingga korban hamil tujuh bulan. Saat diperiksa petugas, pelaku mengaku baru empat kali mencabuli korban.

“Pelaku ditangkap usai kami menerima laporan dari orang tua korban yang kesal dengan tingkah laku tersangka,” ujar Kapolres Sleman AKBP Yulianto, saat gelar perkara, Selasa (20/9).

Kapolres menuturkan, perbuatan cabul pelaku sudah ia lakukan sejak Februari 2016 lalu hingga Agustus 2016. Untuk melancarkan aksi bejatnya, pelaku beraksi setelah remaja tersebut selesai belajar keagamaan.

“Pelaku lalu mengajak korban masuk ke dalam kamar dan memaksanya untuk melayani nafsu birahinya. Jika korban tidak mau menuruti keinginan pelaku, maka korban akan dibunuh,” terang Yulianto.

Mengetahui korban hamil, sambung Kapolres, pelaku lantas melarikan diri ke Lampung dan ditangkap dirumahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Nomor 35/2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Gawat ! di Ancam Akan di Bunuh,Aktifis Agama Cabuli Bocah 4 Kali Hingga Hamil 7 Bulan


BEBASINAJA
- Yogyakarta – Pondius (36) seorang aktivis keagamaan diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sleman, Selasa (20/9/2016). Pria yang tercatat sebagai warga Lampung, Sumatera tersebut terpaksa digelandang ke Mapolres Sleman untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ia diduga mencabuli EP (16) yang merupakan anak didiknya hingga korban hamil tujuh bulan. Saat diperiksa petugas, pelaku mengaku baru empat kali mencabuli korban.

“Pelaku ditangkap usai kami menerima laporan dari orang tua korban yang kesal dengan tingkah laku tersangka,” ujar Kapolres Sleman AKBP Yulianto, saat gelar perkara, Selasa (20/9).

Kapolres menuturkan, perbuatan cabul pelaku sudah ia lakukan sejak Februari 2016 lalu hingga Agustus 2016. Untuk melancarkan aksi bejatnya, pelaku beraksi setelah remaja tersebut selesai belajar keagamaan.

“Pelaku lalu mengajak korban masuk ke dalam kamar dan memaksanya untuk melayani nafsu birahinya. Jika korban tidak mau menuruti keinginan pelaku, maka korban akan dibunuh,” terang Yulianto.

Mengetahui korban hamil, sambung Kapolres, pelaku lantas melarikan diri ke Lampung dan ditangkap dirumahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Nomor 35/2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.