Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat ini Yang Lebih Parah ! Ayah Setubuhi Anak Kandung Yang Lagi Sakit - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat

BEBASINAJA
- BANDARLAMPUNG – Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, memvonis Gunawan (37) ayah bejat yang tega mencabuli Un (15) anak kandungnya sendiri.

Vonis majelis hakim tak main-main, sebab ketua majelis hakim yang dipimpin Yus Enidar menjatuhkan vonis dengan pidana penjara selama 19 tahun.

”Mengadili, menyatakan terdakwa Gunawan secara sah bersalah melakukan persetubuhan anak dibawah umur. Menjatuhkan pidana penjara selama 19 tahun dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” tegas majelis hakim Yus Enidar di ruang Garuda PN Tanjungkarang seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (3/9).

Yus Enidar juga mengganjar Gunawan dengan denda sebanyak Rp2 miliar dengan ketentuan apabila tak dibayar maka diganti dengan kurungan selama enam bulan.

Atas putusan tersebut baik Jaksa Penuntut Umum dan Gunawan menyatakan terima. Putusan tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa.

Jaksa penuntut umum (JPU) Supriyanti menuntut Gunawan (37), warga Jl. Z.A. Pagar Alam, Gedongmeneng ini, dengan pidana penjara selama 20 tahun. Ia juga diharuskan membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang kemarin, JPU menyatakan, Gunawan terbukti mencabuli Un (15), anak kandungnya sendiri. Ia melanggar pasal 81 ayat 3 juncto pasal 76 d UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Sopir ini dituntut JPU tinggi, lantaran mencabuli UN (15) yang tak lain adalah darah dagingnya sendiri. Akibatnya, dalam persidangan ia dituntut oleh JPU dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara.
Dalam pertimbangan tuntutan hal-hal yang memberatkan, perbuatan Gunawan lantaran menghilangkan masa depan anak kandung dan perbuatan dilakukan saat korban sedang sakit.

”Sementara hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya,” ujar JPU.
Ia juga diganjar dengan pidana denda dengan denda sebesar Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Sementara barang bukti berupa satu buah kaus abu-abu dan rok SMP disita untuk dimusnahkan.

Jaksa menuntut Gunawan lantaran dalam fakta persidangan menurut jaksa, terdakwa telah terbukti melanggar pasal 81 ayat 3 juncto pasal 76 D UU RI Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Sementara persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Yus Enidar sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda membacakan pledoi (nota pembelaan). Perbuiatan bejat Gunawan terhadap anak kandungnya dilakukan berkali-kali.

Didalam tuntutannya JPU menjelaskan perbuatan kali pertama dilakukan pada Rabu (2/3) silam. Saat itu korban Um sedang menonton televisi. Lantaran tergiur dengan kemolekan sang anak Gunawan kemudian memanggil Um kedalam kamar.

”Saat itu terdakwa mengimingi-imingi saksi korban dengan berjanji akan membelikan bakso. Setelah disetubuhi, terdakwa berpesan agar tidak memberitahu ibu,” ujar JPU Supriyanti.

Selang satu hari berikutnya, melihat sang istri tak berada dirumah, Gunawan kembali melancarkan aksi bejatnya dihari itu ia kembali mencabuli Um, anak gadisnya.

Tak berhenti sampai disitu, pada Kamis (10/3) Gunawan kembali melakukan pencabulan, lagi, janji yang dilontarkan pun sama yakni dengan mengiming-imingi anaknya akan membelikan bakso. Pencabulan berlanjut hingga hari berikutnya.

Jumat (1/4) saat Um sedang asik menonton televisi, Gunawan kembali memanggil anaknya ke kamar untuk kembali dicabuli. Kasus itu baru terungkap ketika Ms, istri pelaku memergokinya sedang asik mencabuli anak mereka.

Ms pun melaporkan perbuatan bejat itu ke kepolisian. Gunawan pun dicokok. Berdasarkan visum korban mengalami tiga luka robek dibagian kemaluannya.

ini Yang Lebih Parah ! Ayah Setubuhi Anak Kandung Yang Lagi Sakit


BEBASINAJA
- BANDARLAMPUNG – Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, memvonis Gunawan (37) ayah bejat yang tega mencabuli Un (15) anak kandungnya sendiri.

Vonis majelis hakim tak main-main, sebab ketua majelis hakim yang dipimpin Yus Enidar menjatuhkan vonis dengan pidana penjara selama 19 tahun.

”Mengadili, menyatakan terdakwa Gunawan secara sah bersalah melakukan persetubuhan anak dibawah umur. Menjatuhkan pidana penjara selama 19 tahun dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” tegas majelis hakim Yus Enidar di ruang Garuda PN Tanjungkarang seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (3/9).

Yus Enidar juga mengganjar Gunawan dengan denda sebanyak Rp2 miliar dengan ketentuan apabila tak dibayar maka diganti dengan kurungan selama enam bulan.

Atas putusan tersebut baik Jaksa Penuntut Umum dan Gunawan menyatakan terima. Putusan tersebut lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa.

Jaksa penuntut umum (JPU) Supriyanti menuntut Gunawan (37), warga Jl. Z.A. Pagar Alam, Gedongmeneng ini, dengan pidana penjara selama 20 tahun. Ia juga diharuskan membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang kemarin, JPU menyatakan, Gunawan terbukti mencabuli Un (15), anak kandungnya sendiri. Ia melanggar pasal 81 ayat 3 juncto pasal 76 d UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Sopir ini dituntut JPU tinggi, lantaran mencabuli UN (15) yang tak lain adalah darah dagingnya sendiri. Akibatnya, dalam persidangan ia dituntut oleh JPU dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara.
Dalam pertimbangan tuntutan hal-hal yang memberatkan, perbuatan Gunawan lantaran menghilangkan masa depan anak kandung dan perbuatan dilakukan saat korban sedang sakit.

”Sementara hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya,” ujar JPU.
Ia juga diganjar dengan pidana denda dengan denda sebesar Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Sementara barang bukti berupa satu buah kaus abu-abu dan rok SMP disita untuk dimusnahkan.

Jaksa menuntut Gunawan lantaran dalam fakta persidangan menurut jaksa, terdakwa telah terbukti melanggar pasal 81 ayat 3 juncto pasal 76 D UU RI Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Sementara persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Yus Enidar sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda membacakan pledoi (nota pembelaan). Perbuiatan bejat Gunawan terhadap anak kandungnya dilakukan berkali-kali.

Didalam tuntutannya JPU menjelaskan perbuatan kali pertama dilakukan pada Rabu (2/3) silam. Saat itu korban Um sedang menonton televisi. Lantaran tergiur dengan kemolekan sang anak Gunawan kemudian memanggil Um kedalam kamar.

”Saat itu terdakwa mengimingi-imingi saksi korban dengan berjanji akan membelikan bakso. Setelah disetubuhi, terdakwa berpesan agar tidak memberitahu ibu,” ujar JPU Supriyanti.

Selang satu hari berikutnya, melihat sang istri tak berada dirumah, Gunawan kembali melancarkan aksi bejatnya dihari itu ia kembali mencabuli Um, anak gadisnya.

Tak berhenti sampai disitu, pada Kamis (10/3) Gunawan kembali melakukan pencabulan, lagi, janji yang dilontarkan pun sama yakni dengan mengiming-imingi anaknya akan membelikan bakso. Pencabulan berlanjut hingga hari berikutnya.

Jumat (1/4) saat Um sedang asik menonton televisi, Gunawan kembali memanggil anaknya ke kamar untuk kembali dicabuli. Kasus itu baru terungkap ketika Ms, istri pelaku memergokinya sedang asik mencabuli anak mereka.

Ms pun melaporkan perbuatan bejat itu ke kepolisian. Gunawan pun dicokok. Berdasarkan visum korban mengalami tiga luka robek dibagian kemaluannya.