BEBASINAJA - Sebuah video yang diunggah sebuah akun ke situs berbagi video youtube pada Senin (19/09/2016) kemarin, memperlihatkan ulah sejumlah penonton yang diduga sejumlah oknum anggota TNI yang melakukan tindakan memalukan.

Saat itu tengah berlangsung pertandingan dari cabang olahraga Polo air di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung dalam rangka PON XIX/2016. Dalam pertandingan tersebut tengah bertanding antara kontingen polo air Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

Saat pertandingan tersebut terjadi kericuhan antar atlet yang sedang melakukan pertandingan Polo air. Entah dari mana, tiba-tiba ada lemparan botol air yang berasal dari atas mengenai sejumlah atlet PON DKI Jakarta yang tengah menonton pertandingan tersebut.

Dikutip dari beberapa media lokal dan nasional, Pelatih Kepala polo air DKI Jakarta, Calvin Legawa menuturkan bahwa saat itu atlet Polo air DKI Jakarta sedang menonton pertandingan.

"Saat itu pertandingan memanas pemain kedua tim adu pukul. Karena itu panitia memilih menghentikan perlombaan agar kedua tim tenang. Tapi penontonnya justru yang tidak tenang. Penonton yang ada di tribun bagian atas, sebagian besar berseragam malah melemparkan botol air mineral ke arah bawah, dan mengenai sejumlah atlet DKI yang sedang menonton" Ujar Calvin ke sejumlah media.

Calvin juga menjelaskan, saat itu sejumlah atlet dan pelatih dari kontingen DKI Jakarta juga berusaha melarang agar tidak ada lempar botol. Namun, lemparan botol dari sejumlah oknum anggota TNI semakin banyak.

"Anak-anak kami sempat melarang untuk melempar botol. Tapi bukan berhenti, oknum TNI itu justru semakin banyak yang melempar botol ke arah kami. Akhirnya ribut mulut antara atlet DKI dengan TNI. yang tidak terduga malah kita yang disambitin, sampai dipukulin" kata Calvin.

Dalam video memang terlihat sejumlah oknum orang berambut cepak dan berseragam terlihat adu pukul. Bahkan sangat jelas terlihat ketika seorang oknum anggota TNI berseragam loreng memukul dan menendang seorang official dari kontingen Jakarta.

Sejumlah Atlet DKI Jakarta Dipukul Oknum Anggota TNI



BEBASINAJA - Sebuah video yang diunggah sebuah akun ke situs berbagi video youtube pada Senin (19/09/2016) kemarin, memperlihatkan ulah sejumlah penonton yang diduga sejumlah oknum anggota TNI yang melakukan tindakan memalukan.

Saat itu tengah berlangsung pertandingan dari cabang olahraga Polo air di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung dalam rangka PON XIX/2016. Dalam pertandingan tersebut tengah bertanding antara kontingen polo air Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

Saat pertandingan tersebut terjadi kericuhan antar atlet yang sedang melakukan pertandingan Polo air. Entah dari mana, tiba-tiba ada lemparan botol air yang berasal dari atas mengenai sejumlah atlet PON DKI Jakarta yang tengah menonton pertandingan tersebut.

Dikutip dari beberapa media lokal dan nasional, Pelatih Kepala polo air DKI Jakarta, Calvin Legawa menuturkan bahwa saat itu atlet Polo air DKI Jakarta sedang menonton pertandingan.

"Saat itu pertandingan memanas pemain kedua tim adu pukul. Karena itu panitia memilih menghentikan perlombaan agar kedua tim tenang. Tapi penontonnya justru yang tidak tenang. Penonton yang ada di tribun bagian atas, sebagian besar berseragam malah melemparkan botol air mineral ke arah bawah, dan mengenai sejumlah atlet DKI yang sedang menonton" Ujar Calvin ke sejumlah media.

Calvin juga menjelaskan, saat itu sejumlah atlet dan pelatih dari kontingen DKI Jakarta juga berusaha melarang agar tidak ada lempar botol. Namun, lemparan botol dari sejumlah oknum anggota TNI semakin banyak.

"Anak-anak kami sempat melarang untuk melempar botol. Tapi bukan berhenti, oknum TNI itu justru semakin banyak yang melempar botol ke arah kami. Akhirnya ribut mulut antara atlet DKI dengan TNI. yang tidak terduga malah kita yang disambitin, sampai dipukulin" kata Calvin.

Dalam video memang terlihat sejumlah oknum orang berambut cepak dan berseragam terlihat adu pukul. Bahkan sangat jelas terlihat ketika seorang oknum anggota TNI berseragam loreng memukul dan menendang seorang official dari kontingen Jakarta.