bebasinaja.com - Seorang sniper anggota pasukan elite Inggris SAS dikabarkan menewaskan empat orang anggota ISIS dengan menggunakan satu peluru.

Keempat anggota ISIS itu tewas saat hendak mengeksekusi 12 orang sandera dengan menggunakan alat penyembur api. Demikian dikabarkan harian Daily Star.

Penembak jitu SAS itu berada 1.500 meter dari sekelompok anggota ISIS di salah satu lokasi di Suriah. Dari jarak itulah sang sniper melepaskan tembakan yang menyelamatkan nyawa ke-12 sandera itu.

Dengan menggunakan senjata penembak jitu jenis Barrett dengan kaliber .50, sang sniper menembak tabung bahan bakar alat penyembur api itu yang kemudian mengakibatkan ledakan.

Ledakan itu seketika menjadikan sang algojo yang dikabarkan masuk ke dalam daftar buruan SAS, sebuah bola api manusia.

Harian Daily Star melaporkan, sang algojo tewas bersama tiga anggota ISIS lainnya, sementara ke-12 sandera dikabarkan selamat.

Sniper, yang tak bisa disebutkan identitasnya itu, dikabarkan merupakan anggota dari pasukan khusus AS dan Inggris yang melacak para anggota senior ISIS di Suriah.

Tim itu menerima informasi terkait keberadaan sang algojo, yang dikenal dengan aksinya melakukan eksekusi dengan cara membakar para korbannya hidup-hidup.

Mereka kemudian melacak keberadaan sang algojo hingga ke dekat sebuah desa di dekat kota Raqqa.
Di sanalah sang algojo tengah bersiap membakar delapan pria dan empat perempuan, di saat sang sniper menembak.

"Sang algojo meneriakkan sederet kata-kata dengan menggunakan pengeras suara. Saat dia berhenti berbicara, sniper SAS itu melepaskan tembakan," kata seorang sumber kepada Daily Star.

"Peluru yang dilepaskan sniper itu mengenai tabung bahan bakar yang langsung meledak seketika. Dia langsung terbakar hidup-hidup dan beberapa anggotanya juga tewas," tambah sumber itu.

Para sandera kemudian diselamatkan pasukan khusus yang datang ke tempat itu setelah sang algojo ISIS dan anak buahnya tewas.

"Sniper" SAS Tembak Algojo ISIS dari Jarak 1.500 Meter


bebasinaja.com - Seorang sniper anggota pasukan elite Inggris SAS dikabarkan menewaskan empat orang anggota ISIS dengan menggunakan satu peluru.

Keempat anggota ISIS itu tewas saat hendak mengeksekusi 12 orang sandera dengan menggunakan alat penyembur api. Demikian dikabarkan harian Daily Star.

Penembak jitu SAS itu berada 1.500 meter dari sekelompok anggota ISIS di salah satu lokasi di Suriah. Dari jarak itulah sang sniper melepaskan tembakan yang menyelamatkan nyawa ke-12 sandera itu.

Dengan menggunakan senjata penembak jitu jenis Barrett dengan kaliber .50, sang sniper menembak tabung bahan bakar alat penyembur api itu yang kemudian mengakibatkan ledakan.

Ledakan itu seketika menjadikan sang algojo yang dikabarkan masuk ke dalam daftar buruan SAS, sebuah bola api manusia.

Harian Daily Star melaporkan, sang algojo tewas bersama tiga anggota ISIS lainnya, sementara ke-12 sandera dikabarkan selamat.

Sniper, yang tak bisa disebutkan identitasnya itu, dikabarkan merupakan anggota dari pasukan khusus AS dan Inggris yang melacak para anggota senior ISIS di Suriah.

Tim itu menerima informasi terkait keberadaan sang algojo, yang dikenal dengan aksinya melakukan eksekusi dengan cara membakar para korbannya hidup-hidup.

Mereka kemudian melacak keberadaan sang algojo hingga ke dekat sebuah desa di dekat kota Raqqa.
Di sanalah sang algojo tengah bersiap membakar delapan pria dan empat perempuan, di saat sang sniper menembak.

"Sang algojo meneriakkan sederet kata-kata dengan menggunakan pengeras suara. Saat dia berhenti berbicara, sniper SAS itu melepaskan tembakan," kata seorang sumber kepada Daily Star.

"Peluru yang dilepaskan sniper itu mengenai tabung bahan bakar yang langsung meledak seketika. Dia langsung terbakar hidup-hidup dan beberapa anggotanya juga tewas," tambah sumber itu.

Para sandera kemudian diselamatkan pasukan khusus yang datang ke tempat itu setelah sang algojo ISIS dan anak buahnya tewas.

No comments: