bebasinaja.com  Tebing Tinggi – Supriadi bingung setelah mendengar cerita putrinya berinisial IN (16) warga Kecamatan Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sabtu (10/9). Pasalnya siswi kelas dua SMK Negeri di Desa Paya Bagus sudah tidak lagi haid alias datang bulan dan ternyata setelah diperiksa dinyatakan hamil empat bulan..
Tebing Tinggi – Supriadi bingung setelah mendengar cerita putrinya berinisial IN (16) warga Kecamatan Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sabtu (10/9). Pasalnya siswi kelas dua SMK Negeri di Desa Paya Bagus sudah tidak lagi haid alias datang bulan dan ternyata setelah diperiksa dinyatakan hamil empat bulan.

Di kantor polisi IN menyebutkan, sejak Januari hingga Juni 2016 ia ditiduri para pelaku di berbagai lokasi. Ia juga membeberkan siapa pria yang menidurinya yakni, Agus (25) warga Pasar I, Desa Paya Mabar, Tebing Tinggi, Sergei. Selanjutnya, Leo (26) warga Paya Lombang, Tebing Tinggi, Sergei, Rizal (31) warga Paya Lombang, Tebing Tinggi, Sergei, Nico (26) warga Dusun IV Desa Kuta Baru, Sergei.
Ilmuwan tersebut membandingkan penyembelihan hewan konvensional di Barat dengan penyembelihan sesuai syariat Islam. Keduanya ingin membandingkan metode manakah yang lebih manusiawi.
Sebagai perbandingan, dalam syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri. Dalam metode konvensional barat, penyembelihan biasanya dilakukan dengan Pistol listrik untuk membuat hewan pingsan.

Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT Sagala ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan seorang siswi didampingi orang tuanya dicabuli oleh tujuh orang pria di lokasi berbeda-beda.
“Benar. Laporannya sedang kita tindak lanjuti. Korban di bawah umur dicabuli oleh tujuh orang pria secara bergantian di waktu dan tempat berbeda,” ujar AKP Sagala, Minggu (11/9).
Dia melanjutkan, polisi segera memanggil ketujuh pria tersebut dan melakukan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan ketujuh pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara

Tak Lagi Datang Bulan ! Ayah Kaget,Gadis Siswi SMK Cantik Cerita : Setengah Tahun Saya di Hoho-Hihi Oleh 7 Pria

bebasinaja.com  Tebing Tinggi – Supriadi bingung setelah mendengar cerita putrinya berinisial IN (16) warga Kecamatan Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sabtu (10/9). Pasalnya siswi kelas dua SMK Negeri di Desa Paya Bagus sudah tidak lagi haid alias datang bulan dan ternyata setelah diperiksa dinyatakan hamil empat bulan..
Tebing Tinggi – Supriadi bingung setelah mendengar cerita putrinya berinisial IN (16) warga Kecamatan Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sabtu (10/9). Pasalnya siswi kelas dua SMK Negeri di Desa Paya Bagus sudah tidak lagi haid alias datang bulan dan ternyata setelah diperiksa dinyatakan hamil empat bulan.

Di kantor polisi IN menyebutkan, sejak Januari hingga Juni 2016 ia ditiduri para pelaku di berbagai lokasi. Ia juga membeberkan siapa pria yang menidurinya yakni, Agus (25) warga Pasar I, Desa Paya Mabar, Tebing Tinggi, Sergei. Selanjutnya, Leo (26) warga Paya Lombang, Tebing Tinggi, Sergei, Rizal (31) warga Paya Lombang, Tebing Tinggi, Sergei, Nico (26) warga Dusun IV Desa Kuta Baru, Sergei.
Ilmuwan tersebut membandingkan penyembelihan hewan konvensional di Barat dengan penyembelihan sesuai syariat Islam. Keduanya ingin membandingkan metode manakah yang lebih manusiawi.
Sebagai perbandingan, dalam syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri. Dalam metode konvensional barat, penyembelihan biasanya dilakukan dengan Pistol listrik untuk membuat hewan pingsan.

Kasubbag Humas Polres Tebing Tinggi AKP MT Sagala ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan seorang siswi didampingi orang tuanya dicabuli oleh tujuh orang pria di lokasi berbeda-beda.
“Benar. Laporannya sedang kita tindak lanjuti. Korban di bawah umur dicabuli oleh tujuh orang pria secara bergantian di waktu dan tempat berbeda,” ujar AKP Sagala, Minggu (11/9).
Dia melanjutkan, polisi segera memanggil ketujuh pria tersebut dan melakukan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan ketujuh pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara

No comments: