Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat BUKAN NYA NGAJAR AGAMA YANG BAIK,MALAH PIMPINAN PONDOK PESANTREN INI PERK*SA 2 SANTRI NYA - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat

Bebasinaja.com
SURABAYA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, (PPA) Polrestabes Surabaya menangkap seorang pimpinan pondok pesantren, Wagiyanto (41).

Dia ditangkap karena tega Judi poker mencabuli dua santrinya yang masih di bawah umur.


Sambil menutupi wajahnya, Wagiyanto digelandang di halaman Mapolrestabes Surabaya.


Pelaku diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, (PPA) Polrestabes Surabaya, atas dugaan pencabulan dua orang santrinya yang merupakan kakak adik.


Peristiwa pencabulan tersebut dilakukan pelaku, sejak korban masih berusia 14 dan 17 tahun.


Perlakuan bejat pimpinan ponpes ini kerap kali dilakukan di kamar korban bahkan di mobil.


AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengungkapkan, penangkapan ini menindaklanjuti laporan ibu korban , anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh sejak empat tahun lalu.


“Ibu korban baru melapor, karena baru mengetahui perbuatan pelaku dari anaknya,” ujar Shinto.
Pimpinan Ponpes Wagiyanto. Foto: dokJPG/pojokpitu

Sementara itu, Wagiyanto beralasan, jika perbuatan bejat tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 UU RI nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman 15 tahun penjara.


Baca Juga :     PAMER FOTO KEMESRAAN,CIUMAN SAMPAI RABA-RABA ITU NYA,PASANGAN ABG SMK JAKARTA INI DI KECAM NETIZEN…

BUKAN NYA NGAJAR AGAMA YANG BAIK,MALAH PIMPINAN PONDOK PESANTREN INI PERK*SA 2 SANTRI NYA


Bebasinaja.com
SURABAYA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, (PPA) Polrestabes Surabaya menangkap seorang pimpinan pondok pesantren, Wagiyanto (41).

Dia ditangkap karena tega Judi poker mencabuli dua santrinya yang masih di bawah umur.


Sambil menutupi wajahnya, Wagiyanto digelandang di halaman Mapolrestabes Surabaya.


Pelaku diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, (PPA) Polrestabes Surabaya, atas dugaan pencabulan dua orang santrinya yang merupakan kakak adik.


Peristiwa pencabulan tersebut dilakukan pelaku, sejak korban masih berusia 14 dan 17 tahun.


Perlakuan bejat pimpinan ponpes ini kerap kali dilakukan di kamar korban bahkan di mobil.


AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengungkapkan, penangkapan ini menindaklanjuti laporan ibu korban , anaknya mendapatkan perlakuan tidak senonoh sejak empat tahun lalu.


“Ibu korban baru melapor, karena baru mengetahui perbuatan pelaku dari anaknya,” ujar Shinto.
Pimpinan Ponpes Wagiyanto. Foto: dokJPG/pojokpitu

Sementara itu, Wagiyanto beralasan, jika perbuatan bejat tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 UU RI nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman 15 tahun penjara.


Baca Juga :     PAMER FOTO KEMESRAAN,CIUMAN SAMPAI RABA-RABA ITU NYA,PASANGAN ABG SMK JAKARTA INI DI KECAM NETIZEN…