Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat Menteri Susi Sebut Zaman SBY, Kebocoran Sektor Kelautan Capai Rp91 triliun - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat


Bebasinaja.com
Judi poker Dua tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla klaim banyak pertumbuhan ekonomi di beberapa sektor. Salah satunya kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan mengaku telah bekerja keras dalam mengurangi kebocoran pencurian selama menjabat posisinya sekarang ini
Apalagi, dari catatannya 10 tahun lalu atau pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor perikanan Indonesia kehilangan sekitar USD7 miliar atau sekitar Rp91 triliun (kurs Rp13.000/USD).

"Realita yang ada selama 10 tahun sebelum Jokowi adalah penurunan jumlah rumah tangga nelayan turun jauh jumlahnya. Dari 1,6 juta menjadi 868.414 pada 2013. Kehilangan hampir 50% rumah tangga nelayan dikarenakan bahan raw material," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Menurut Bos Susi Air ini, minimnya stok ikan di era pemerintahan SBY juga menyebabkan sekitar 115 eksportir makanan laut (seafood) terpaksa gulung tikar. Pasalnya, mereka tidak bisa mengekspor lantaran minimnya stok ikan.

"Selain nelayan berkurang, perusahaan banyak tutup tidak bisa ekspor. Kurang lebih bisnis perikanan kehilangan USD6 hingga USD7 miliar selama 10 tahun," imbuh dia.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai mengambil alih pemerintahan, kata Susi, industri perikanan kembali menggeliat. Pada 2014, nilai tukar nelayan hanya berada pada posisi 102, namun saat ini telah berada pada posisi 108 hingga 110. Tak hanya itu, kontribusi sektor perikanan terhadap produk domestik bruto (PDB) juga naik pesat.


"PDB perikanan tumbuh signifikan. 2014 pertumbuhan (sektor perikanan) sampai akhir tahun 7,35% dimana PDB nasional 5,02%. Pada 2015 naik jadi 8,37%. Kita harap akhir tahun bisa 9% lebih. Berbanding dengan PDB sektor lainnya, sangat jauh berbeda. Naiknya kelihatan sekali," tandas Susi.

Menteri Susi Sebut Zaman SBY, Kebocoran Sektor Kelautan Capai Rp91 triliun



Bebasinaja.com
Judi poker Dua tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla klaim banyak pertumbuhan ekonomi di beberapa sektor. Salah satunya kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan mengaku telah bekerja keras dalam mengurangi kebocoran pencurian selama menjabat posisinya sekarang ini
Apalagi, dari catatannya 10 tahun lalu atau pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sektor perikanan Indonesia kehilangan sekitar USD7 miliar atau sekitar Rp91 triliun (kurs Rp13.000/USD).

"Realita yang ada selama 10 tahun sebelum Jokowi adalah penurunan jumlah rumah tangga nelayan turun jauh jumlahnya. Dari 1,6 juta menjadi 868.414 pada 2013. Kehilangan hampir 50% rumah tangga nelayan dikarenakan bahan raw material," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Menurut Bos Susi Air ini, minimnya stok ikan di era pemerintahan SBY juga menyebabkan sekitar 115 eksportir makanan laut (seafood) terpaksa gulung tikar. Pasalnya, mereka tidak bisa mengekspor lantaran minimnya stok ikan.

"Selain nelayan berkurang, perusahaan banyak tutup tidak bisa ekspor. Kurang lebih bisnis perikanan kehilangan USD6 hingga USD7 miliar selama 10 tahun," imbuh dia.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai mengambil alih pemerintahan, kata Susi, industri perikanan kembali menggeliat. Pada 2014, nilai tukar nelayan hanya berada pada posisi 102, namun saat ini telah berada pada posisi 108 hingga 110. Tak hanya itu, kontribusi sektor perikanan terhadap produk domestik bruto (PDB) juga naik pesat.


"PDB perikanan tumbuh signifikan. 2014 pertumbuhan (sektor perikanan) sampai akhir tahun 7,35% dimana PDB nasional 5,02%. Pada 2015 naik jadi 8,37%. Kita harap akhir tahun bisa 9% lebih. Berbanding dengan PDB sektor lainnya, sangat jauh berbeda. Naiknya kelihatan sekali," tandas Susi.