Bebasinaja.com - Jika tidak hati-hati, berkah atas sangat besarnya pendapatan guru bersatus PNS zaman sekarang, bisa berubah menjadi malapetaka belaka. Tengokah betapa meningkatnya angka perc3raian di kalangan guru PNS, itu terjadi di semua darah sejak penghasilan mereka meningkat pesat dengan meningkatnya tunjangan Sertifikasi, ditambah lagi gaji pokok, tunjangan kenerja dan tunjangan kemahalan.

Erizon, Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, mengakui bahwa angka perc3raian Guru PNS meningkat. Yakni, guru  yang telah memiliki tunjangan gaji sertifikasi.

Dikatakan Erizon, tahun ini saja masih ada 50 kasus per­c3raian yang belum disidangkan dan masih belum ditanda ta­ngani.

Bupati Pesisir Selatan H Hen­drajoni, Senin kemarin me­nya­takan prihatin atas tingginya ka­sus kawin c3rai guru ber­ser­tifikasi tersebut. Dia bertegas akan pecat bila kedapatan guru PNS s3lingkuh.

Untuk menekan angka per­c3rai itu, Pemerintah akan me­nye­diakan konsultan jiwa (Psi­kiater). Selain itu juga akan menggelar pengajian rutin de­ngan tema seputar bahaya laten perc3raian.

Untuk para PNS terutama guru berpendapatan besar. Ke­beradaan konsultan kejiawaan sudah dianggap mendesak untuk membantu PNS yang sedang menghadapi ancaman perc3raian atau k4win batambuah.

“Penting kiranya mem­per­timbangkan berbagai masukan untuk mengatasi “penyakit” kawin cerai dikalangan PNS. Salah satunya menyediakan kon­sultan kejiwaan.

Melihat angka kawin cerai di Pessel akhir akhir ini sudah sangat perlu adanya pendampingan kepada mereka yang sedang dihadapi masalah keluarga,” katanya.

Menurutnya, kehadiran kon­sultan kejiwaan tidak hanya untuk mendampingi mereka yang sedang bermasalah, namun bisa juga untuk mencega tim­bulnya gejala perceraian PNS. ”Setiap individu itu memiliki karakter berbeda. Ada yang mau membicarakan soal rumah tang­ga pada seseorang adapula yang tidak. Disitulah peran konsultan kejiwaan,” katanya.

Meningkatnya kasus c3rai guru PNS terjadi di semua daerah sejak meningkatnya pendapatan, disamping gaji pokok guru PNS tersebut. Hal ini harus menjadi menjadi keprihatinan kita se­mua, dan harus segera dilakukan tin­dakan pencegahan yang ampuh.

Sekda Pessel Erizon me­ngatakan, tahun ini saja terdapat hampir 50 orang PNS yang ber­keinginan c3rai. “Para PNS jangan gegabah untuk me­nga­jukan perc3raian. Ingatlah anak anak yang ditinggalkan,” katanya.

Ia menyebutkan, kasus ka4winc3rai nomor satu terbesar terjadi di lingkup Pemerintah Kabupaten Pessel adalah di Di­nas Pendidikan, yakni guru ber­ser­tifikasi. Dinas Kesehatan yang di­kha­watirkan besar justeru per­sen­tasenya sangat kecil.

Kawincerai di kalangan guru PNS pasti  menjadi perhatian serius pemerintah. Apa yang terjadi selama ini telah mem­berikan pelajaran tidak baik kepada masyarakat, ini tauladan buruk yang dipertontonkan ke lingkungan. Guru saja seperti itu, apalagi awam.

Ia menduga, kasus kawin cerai yang terjadi pada guru disebabkan soal penghasilan guru yang semakin besar dibandingkan PNS lainnya.

“Dengan peng­hasilan besar banyak effek lain yang muncul, jika ia perempuan maka ia merasa gajinya tidak sebanding dengan suami lalu ia mencari pasangan yang lebih sepadan dengan penghasilannya, “ katanya.

Begitu pula jika guru menerima tunjangan sertifikiasi itu laki-laki, maka dengan penghaslian besar itu tidak pula bisa menahan diri. “Selera berubah pula. Sudah nampak pula “bunga” yang lain,” ingatnya.

Dengan penghasilan besar, maka menurutnya, “langkah” guru PNS kini lebih panjang dari biasanya. Guru bahkan dengan dalih menambah pendidikan ke luar daerah juga berpotensi besar munculnya pers3lingkuhan.

Belum lagi ada dana khusus yang menyebabkan guru makin ba­nyak dinas luar yang berpotensi s3lingkuh. “Tapi ini sebenarnya kan soal iman dan kesetiaan saja. Jika iman lemah maka ber­c3­railah ia, ujung unjungnya anak ter4niaya,” katanya.

Dia menegaskan,para guru PNS atau PNS lainnya yang ketahuan s3lingkuh maka akan dikenakan sangsi pecat. Pe­me­rintah saat ini telah me­ngantongi sejumlah nama yang diduga sedang menjalin asmara. Mereka jadi target, maka bila ketahuan langsung pecat.

“Pemerintah Pessel telah bekerjasama dengan Pol PP Kota Padang dalam hal mengawasi prilaku PNS. Jika Pol PP Padang menangkap para guru atau PNS lainnya “bermain” di Padang, maka informasinya akan segera sampai ke Pessel.

 “Dari in­for­masi itu, pemerintah segera m­e­lakukan tindakan. Salah satunya memecat guru PNS ber­sang­kutan,” tegasnya

Demikian tersumber dari infokemendikbud.com dan harianhaluan.com semoga bermanfaat bagi sobat 
Bebasinaja.com

Janda Seorang Guru PNS Meningkat, Lalu Begini Akibatnya


Bebasinaja.com - Jika tidak hati-hati, berkah atas sangat besarnya pendapatan guru bersatus PNS zaman sekarang, bisa berubah menjadi malapetaka belaka. Tengokah betapa meningkatnya angka perc3raian di kalangan guru PNS, itu terjadi di semua darah sejak penghasilan mereka meningkat pesat dengan meningkatnya tunjangan Sertifikasi, ditambah lagi gaji pokok, tunjangan kenerja dan tunjangan kemahalan.

Erizon, Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, mengakui bahwa angka perc3raian Guru PNS meningkat. Yakni, guru  yang telah memiliki tunjangan gaji sertifikasi.

Dikatakan Erizon, tahun ini saja masih ada 50 kasus per­c3raian yang belum disidangkan dan masih belum ditanda ta­ngani.

Bupati Pesisir Selatan H Hen­drajoni, Senin kemarin me­nya­takan prihatin atas tingginya ka­sus kawin c3rai guru ber­ser­tifikasi tersebut. Dia bertegas akan pecat bila kedapatan guru PNS s3lingkuh.

Untuk menekan angka per­c3rai itu, Pemerintah akan me­nye­diakan konsultan jiwa (Psi­kiater). Selain itu juga akan menggelar pengajian rutin de­ngan tema seputar bahaya laten perc3raian.

Untuk para PNS terutama guru berpendapatan besar. Ke­beradaan konsultan kejiawaan sudah dianggap mendesak untuk membantu PNS yang sedang menghadapi ancaman perc3raian atau k4win batambuah.

“Penting kiranya mem­per­timbangkan berbagai masukan untuk mengatasi “penyakit” kawin cerai dikalangan PNS. Salah satunya menyediakan kon­sultan kejiwaan.

Melihat angka kawin cerai di Pessel akhir akhir ini sudah sangat perlu adanya pendampingan kepada mereka yang sedang dihadapi masalah keluarga,” katanya.

Menurutnya, kehadiran kon­sultan kejiwaan tidak hanya untuk mendampingi mereka yang sedang bermasalah, namun bisa juga untuk mencega tim­bulnya gejala perceraian PNS. ”Setiap individu itu memiliki karakter berbeda. Ada yang mau membicarakan soal rumah tang­ga pada seseorang adapula yang tidak. Disitulah peran konsultan kejiwaan,” katanya.

Meningkatnya kasus c3rai guru PNS terjadi di semua daerah sejak meningkatnya pendapatan, disamping gaji pokok guru PNS tersebut. Hal ini harus menjadi menjadi keprihatinan kita se­mua, dan harus segera dilakukan tin­dakan pencegahan yang ampuh.

Sekda Pessel Erizon me­ngatakan, tahun ini saja terdapat hampir 50 orang PNS yang ber­keinginan c3rai. “Para PNS jangan gegabah untuk me­nga­jukan perc3raian. Ingatlah anak anak yang ditinggalkan,” katanya.

Ia menyebutkan, kasus ka4winc3rai nomor satu terbesar terjadi di lingkup Pemerintah Kabupaten Pessel adalah di Di­nas Pendidikan, yakni guru ber­ser­tifikasi. Dinas Kesehatan yang di­kha­watirkan besar justeru per­sen­tasenya sangat kecil.

Kawincerai di kalangan guru PNS pasti  menjadi perhatian serius pemerintah. Apa yang terjadi selama ini telah mem­berikan pelajaran tidak baik kepada masyarakat, ini tauladan buruk yang dipertontonkan ke lingkungan. Guru saja seperti itu, apalagi awam.

Ia menduga, kasus kawin cerai yang terjadi pada guru disebabkan soal penghasilan guru yang semakin besar dibandingkan PNS lainnya.

“Dengan peng­hasilan besar banyak effek lain yang muncul, jika ia perempuan maka ia merasa gajinya tidak sebanding dengan suami lalu ia mencari pasangan yang lebih sepadan dengan penghasilannya, “ katanya.

Begitu pula jika guru menerima tunjangan sertifikiasi itu laki-laki, maka dengan penghaslian besar itu tidak pula bisa menahan diri. “Selera berubah pula. Sudah nampak pula “bunga” yang lain,” ingatnya.

Dengan penghasilan besar, maka menurutnya, “langkah” guru PNS kini lebih panjang dari biasanya. Guru bahkan dengan dalih menambah pendidikan ke luar daerah juga berpotensi besar munculnya pers3lingkuhan.

Belum lagi ada dana khusus yang menyebabkan guru makin ba­nyak dinas luar yang berpotensi s3lingkuh. “Tapi ini sebenarnya kan soal iman dan kesetiaan saja. Jika iman lemah maka ber­c3­railah ia, ujung unjungnya anak ter4niaya,” katanya.

Dia menegaskan,para guru PNS atau PNS lainnya yang ketahuan s3lingkuh maka akan dikenakan sangsi pecat. Pe­me­rintah saat ini telah me­ngantongi sejumlah nama yang diduga sedang menjalin asmara. Mereka jadi target, maka bila ketahuan langsung pecat.

“Pemerintah Pessel telah bekerjasama dengan Pol PP Kota Padang dalam hal mengawasi prilaku PNS. Jika Pol PP Padang menangkap para guru atau PNS lainnya “bermain” di Padang, maka informasinya akan segera sampai ke Pessel.

 “Dari in­for­masi itu, pemerintah segera m­e­lakukan tindakan. Salah satunya memecat guru PNS ber­sang­kutan,” tegasnya

Demikian tersumber dari infokemendikbud.com dan harianhaluan.com semoga bermanfaat bagi sobat 
Bebasinaja.com

No comments: