Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat St. Catherine, Biara yang Dilindungi Nabi Muhammad - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat

Bebasinaja.com - Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menulis dekrit dalam sebuah piagam untuk melindungi biara St. Catherine Monastery dan para biarawan di dalamnya?

Ya, dekrit itu pernah ditulis pada tahun 628 M. Pada saat itu, utusan dari Biara St. Catherine mengunjungi Nabi Muhammad untuk meminta perlindungan [1]. Nabi pun memberikan perlindungan dengan menuliskan sebuah piagam [2]. Inilah terjemahan isinya,

Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapapun yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka.
Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apapun yang tidak menyenangkan mereka.

Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka.

Sekalipun oleh para hakim-hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, maka akan dikeluarkan dari biara mereka.

Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apapun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.

Jika ada yang mengambil hal-hal tersebut,maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apapun yang mereka benci.

Tidak ada yang dapat memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang.

Umat Islam wajib bertempur untuk mereka.

Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.

Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaikinya dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka.

Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir (akhir dunia).

Pada tahun 1517, piagam tersebut diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan saat ini berada di Museum Topkapi di Istanbul. Akan tetapi Sultan memberikan salinan atas piagam tersebut kepada para biarawan, dan melegalisir isi piagam tersebut. Dengan demikian, piagam asli saat ini disimpan di museum Topkapi di Turki, sementara salinannya disimpan di St. Catherine Monastery.

Pada tahun 1517, piagam tersebut diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan saat ini berada di Museum Topkapi di Istanbul. Akan tetapi Sultan memberikan salinan atas piagam tersebut kepada para biarawan, dan melegalisir isi piagam tersebut. Dengan demikian, piagam asli saat ini disimpan di museum Topkapi di Turki, sementara salinannya disimpan di St. Catherine Monastery.

St. Catherine Monastery hingga kini masih berdiri dan dapat dikunjungi. Saya beruntung sekali dapat menjejakkan kaki ke biara itu. Sungguh ini sebuah perjalanan yang menakjubkan bagi saya. Menakjubkan, selain dari sisi sejarah biara ini yang luar biasa, juga karena saya sesungguhnya tidak sengaja datang ke sana.

Kisahnya berawal dari perjalananan saya ke puncak gunung Sinai. Saya bermalam di puncak gunung, di lokasi dimana diperkirakan Musa menerima 10 perintah Tuhan. Setelah matahari terbit, saya menuruni gunung dengan jalan kaki, menempuh perjalanan 6 km ke kaki gunung Sinai. Namun saya ketinggalan bis yang pertama. Karena itu, saya terpaksa menunggu.

Saat itulah mata saya menatap sebuah bangunan berpagar tinggi, tak jauh dari tempat saya menunggu bis. Rupanya itu sebuah biara. Saya pun menaiki bukit untuk memotretnya.

“Ini St. Catherine Monastery,” kata Jamal, pemandu saya.

“What??!!” saya benar-benar terkejut mendengarnya.

“St. Catherine Monastery,” katanya lagi.


Jauh sebelum ke Sinai, saya memang sudah membaca tentang Biara St. Catherine. UNESCO telah memasukkan biara ini dalam daftar Warisan Dunia. Berikut tertera dalam situs UNESCO:

Biara Ortodoks St Catherine berdiri di kaki Gunung Horeb, yang menurut catatan Perjanjian Lama, di tempat itulah Musa menerima Tablets of the Law [loh batu berisi perintah Tuhan]. Gunung ini dikenal dan dihormati oleh umat Islam sebagai Jabal Musa. Keseluruhan wilayah ini suci bagi tiga agama dunia: Kristen, Islam, dan Yahudi. Biara ini didirikan pada abad ke-6, dan merupakan biara Kristen tertua yang masih difungsikan sebagaimana awalnya. Dinding dan bangunannya sangat penting untuk studi arsitektur Bizantium. Gedung-gedung biara menyimpan koleksi naskah kuno dan ikon-ikon Kristen yag luar biasa. Pemandangan pegunungan terjal, yang berisi berbagai situs arkeologi dan agama, serta monumen, membentuk latar belakang yang sempurna bagi biara ini.

Saya pun melangkahkan kaki ke dalam kompleks biara. Saya memasuki halaman St. Catherine Monastery yang terasa damai. Ada banyak pohon zaitun tua di sini. Sayang, pintu masuk biara masih ditutup untuk umum. Rupanya saya tiba di sini kepagian, jam 6 pagi. Jadi saya duduk-duduk di halaman biara, menikmati pemandangan pebukitan Sinai yang sungguh indah.
Di seberang St. Catherine Monastery, ada bukit. Di situ tinggal biarawan yang menjaga St. Catherine Monastery. Hanya ada satu biarawan yang tinggal di situ. Dia rajin menanam pohon. Entah bagaimana caranya dia menanam di gunung batu. Entah darimana dia dapat air.

Tiba-tiba terdengar suara Jamal memanggil. Bis sudah datang. Apa boleh buat, saya harus pergi. Tapi saya benar-benar merasa beruntung dapat mengunjungi St. Catherine Monastery. Biara yang menjadi saksi bahwa dahulu Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan dekrit perlindungan terhadap umat Kristen dan larangan merusak gereja.(Ditulis oleh: Esther Wijayanti/editor:Bayu/liputanislam.com)


[1] dikutip dari artikel Dr. Muqtedar Khan (Direktur Program Studi Islam di University of Delaware), bisa dibaca di sini.

[2] teks berbahasa Inggris dapat dibaca di sini.

Video piagam tersebut bisa dilihat di sini.

St. Catherine, Biara yang Dilindungi Nabi Muhammad


Bebasinaja.com - Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menulis dekrit dalam sebuah piagam untuk melindungi biara St. Catherine Monastery dan para biarawan di dalamnya?

Ya, dekrit itu pernah ditulis pada tahun 628 M. Pada saat itu, utusan dari Biara St. Catherine mengunjungi Nabi Muhammad untuk meminta perlindungan [1]. Nabi pun memberikan perlindungan dengan menuliskan sebuah piagam [2]. Inilah terjemahan isinya,

Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapapun yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka.
Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apapun yang tidak menyenangkan mereka.

Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka.

Sekalipun oleh para hakim-hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, maka akan dikeluarkan dari biara mereka.

Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apapun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.

Jika ada yang mengambil hal-hal tersebut,maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apapun yang mereka benci.

Tidak ada yang dapat memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang.

Umat Islam wajib bertempur untuk mereka.

Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.

Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaikinya dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka.

Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir (akhir dunia).

Pada tahun 1517, piagam tersebut diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan saat ini berada di Museum Topkapi di Istanbul. Akan tetapi Sultan memberikan salinan atas piagam tersebut kepada para biarawan, dan melegalisir isi piagam tersebut. Dengan demikian, piagam asli saat ini disimpan di museum Topkapi di Turki, sementara salinannya disimpan di St. Catherine Monastery.

Pada tahun 1517, piagam tersebut diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan saat ini berada di Museum Topkapi di Istanbul. Akan tetapi Sultan memberikan salinan atas piagam tersebut kepada para biarawan, dan melegalisir isi piagam tersebut. Dengan demikian, piagam asli saat ini disimpan di museum Topkapi di Turki, sementara salinannya disimpan di St. Catherine Monastery.

St. Catherine Monastery hingga kini masih berdiri dan dapat dikunjungi. Saya beruntung sekali dapat menjejakkan kaki ke biara itu. Sungguh ini sebuah perjalanan yang menakjubkan bagi saya. Menakjubkan, selain dari sisi sejarah biara ini yang luar biasa, juga karena saya sesungguhnya tidak sengaja datang ke sana.

Kisahnya berawal dari perjalananan saya ke puncak gunung Sinai. Saya bermalam di puncak gunung, di lokasi dimana diperkirakan Musa menerima 10 perintah Tuhan. Setelah matahari terbit, saya menuruni gunung dengan jalan kaki, menempuh perjalanan 6 km ke kaki gunung Sinai. Namun saya ketinggalan bis yang pertama. Karena itu, saya terpaksa menunggu.

Saat itulah mata saya menatap sebuah bangunan berpagar tinggi, tak jauh dari tempat saya menunggu bis. Rupanya itu sebuah biara. Saya pun menaiki bukit untuk memotretnya.

“Ini St. Catherine Monastery,” kata Jamal, pemandu saya.

“What??!!” saya benar-benar terkejut mendengarnya.

“St. Catherine Monastery,” katanya lagi.


Jauh sebelum ke Sinai, saya memang sudah membaca tentang Biara St. Catherine. UNESCO telah memasukkan biara ini dalam daftar Warisan Dunia. Berikut tertera dalam situs UNESCO:

Biara Ortodoks St Catherine berdiri di kaki Gunung Horeb, yang menurut catatan Perjanjian Lama, di tempat itulah Musa menerima Tablets of the Law [loh batu berisi perintah Tuhan]. Gunung ini dikenal dan dihormati oleh umat Islam sebagai Jabal Musa. Keseluruhan wilayah ini suci bagi tiga agama dunia: Kristen, Islam, dan Yahudi. Biara ini didirikan pada abad ke-6, dan merupakan biara Kristen tertua yang masih difungsikan sebagaimana awalnya. Dinding dan bangunannya sangat penting untuk studi arsitektur Bizantium. Gedung-gedung biara menyimpan koleksi naskah kuno dan ikon-ikon Kristen yag luar biasa. Pemandangan pegunungan terjal, yang berisi berbagai situs arkeologi dan agama, serta monumen, membentuk latar belakang yang sempurna bagi biara ini.

Saya pun melangkahkan kaki ke dalam kompleks biara. Saya memasuki halaman St. Catherine Monastery yang terasa damai. Ada banyak pohon zaitun tua di sini. Sayang, pintu masuk biara masih ditutup untuk umum. Rupanya saya tiba di sini kepagian, jam 6 pagi. Jadi saya duduk-duduk di halaman biara, menikmati pemandangan pebukitan Sinai yang sungguh indah.
Di seberang St. Catherine Monastery, ada bukit. Di situ tinggal biarawan yang menjaga St. Catherine Monastery. Hanya ada satu biarawan yang tinggal di situ. Dia rajin menanam pohon. Entah bagaimana caranya dia menanam di gunung batu. Entah darimana dia dapat air.

Tiba-tiba terdengar suara Jamal memanggil. Bis sudah datang. Apa boleh buat, saya harus pergi. Tapi saya benar-benar merasa beruntung dapat mengunjungi St. Catherine Monastery. Biara yang menjadi saksi bahwa dahulu Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan dekrit perlindungan terhadap umat Kristen dan larangan merusak gereja.(Ditulis oleh: Esther Wijayanti/editor:Bayu/liputanislam.com)


[1] dikutip dari artikel Dr. Muqtedar Khan (Direktur Program Studi Islam di University of Delaware), bisa dibaca di sini.

[2] teks berbahasa Inggris dapat dibaca di sini.

Video piagam tersebut bisa dilihat di sini.

No comments: