Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat Kisah Pengemudi Bajai yang Bekerja Keras Agar Bisa Menjadi Seorang Pilot - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat
Kisah Pengemudi Bajai yang Bekerja Keras Agar Bisa Menjadi Seorang Pilot -  Kesulitan dan hambatan keuangan biasa terjadi di sebagian besar keluarga kelas menengah ke bawah.

Di India, anak-anak yang lahir di rumah tangga seringkali mulai menanggung beban keluarga sejak usia sangat muda.

Akibatnya, banyak anak putus sekolah, akibat tak saggup menyeimbangkan pekerjaan dan studi mereka.

Tapi bagi mereka yang terus bertekun dan berpegang pada impian mereka, kesuksesan pasti terlihat.



Inilah kisah Shrikant Pantawane dari Nagpur, India yang selalu mengingat bahwa Anda seharusnya tidak pernah menghindar untuk memenuhi dan mewujudkan impian Anda menjadi kenyataan.

Merupakan putra seorang penjaga keamanan, Shrikant biasanya bekerja sebagai anak pengantar di sekolahnya dan kemudian mengendarai auto-rickshaw atau bajai, dengan harapan bisa mendapatkan cukup uang untuk menopang keuangan keluarganya yang semakin berkurang.



Terlepas dari semua kesulitan, dia tidak pernah berkecil hati dan bisa melanjutkan studinya sambil bekerja.

Hal-hal mulai berubah menjadi lebih baik ketika suatu hari Shrikant pergi ke bandara untuk mengantarkan barang.

Dia bercakap-cakap dengan para taruna dan mengetahui bahwa seseorang juga bisa menjadi pilot bahkan tanpa bergabung dengan Angkatan Udara India.

Dia juga diberitahu informasi penting oleh seorang penjual teh tentang Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil, yaitu sebuah program beasiswa pilot DGCA yang ditujukan pada kandidat standar yang lolos seleksi.
Informasi itu cukup memotivasi Shrikant untuk belajar keras demi mendapatkan beasiswa tersebut.



Segera, dia berada di sebuah sekolah terbang di Madhya Pradesh yang menawari dia program beasiswa ini

Banyak perintah dan percakapan saat kuliah yang diucapkan dalam bahasa Inggris adalah hambatan lain, namun ia berhasil mengatasi hambatan bahasa dengan tekad, ketekunan, dan pertolongan dari teman-temannya.

Dia mencetak nilai ujiannya dengan sangat bagus dan akhirnya bisa mendapatkan lisensi pilot komersialnya.


Setelah selesai menempuh pendidikan penerbangan, ia mendaftarkan dir sebagai seorang pilot atau ko-pilot dari Maskapai Penerbangan Indigo Cargo Flights.
Perusahaan itu pun menerima Shrikant sebagai First Officer atau co-pilot.
Wah, benar-benar kisah yang menyentuh hati! Apakah Anda sudah siap menirunya?
(intan/asr)
Sumber : NTD.TV/Indiatimes

Kisah Pengemudi Bajai yang Bekerja Keras Agar Bisa Menjadi Seorang Pilot

Kisah Pengemudi Bajai yang Bekerja Keras Agar Bisa Menjadi Seorang Pilot -  Kesulitan dan hambatan keuangan biasa terjadi di sebagian besar keluarga kelas menengah ke bawah.

Di India, anak-anak yang lahir di rumah tangga seringkali mulai menanggung beban keluarga sejak usia sangat muda.

Akibatnya, banyak anak putus sekolah, akibat tak saggup menyeimbangkan pekerjaan dan studi mereka.

Tapi bagi mereka yang terus bertekun dan berpegang pada impian mereka, kesuksesan pasti terlihat.



Inilah kisah Shrikant Pantawane dari Nagpur, India yang selalu mengingat bahwa Anda seharusnya tidak pernah menghindar untuk memenuhi dan mewujudkan impian Anda menjadi kenyataan.

Merupakan putra seorang penjaga keamanan, Shrikant biasanya bekerja sebagai anak pengantar di sekolahnya dan kemudian mengendarai auto-rickshaw atau bajai, dengan harapan bisa mendapatkan cukup uang untuk menopang keuangan keluarganya yang semakin berkurang.



Terlepas dari semua kesulitan, dia tidak pernah berkecil hati dan bisa melanjutkan studinya sambil bekerja.

Hal-hal mulai berubah menjadi lebih baik ketika suatu hari Shrikant pergi ke bandara untuk mengantarkan barang.

Dia bercakap-cakap dengan para taruna dan mengetahui bahwa seseorang juga bisa menjadi pilot bahkan tanpa bergabung dengan Angkatan Udara India.

Dia juga diberitahu informasi penting oleh seorang penjual teh tentang Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil, yaitu sebuah program beasiswa pilot DGCA yang ditujukan pada kandidat standar yang lolos seleksi.
Informasi itu cukup memotivasi Shrikant untuk belajar keras demi mendapatkan beasiswa tersebut.



Segera, dia berada di sebuah sekolah terbang di Madhya Pradesh yang menawari dia program beasiswa ini

Banyak perintah dan percakapan saat kuliah yang diucapkan dalam bahasa Inggris adalah hambatan lain, namun ia berhasil mengatasi hambatan bahasa dengan tekad, ketekunan, dan pertolongan dari teman-temannya.

Dia mencetak nilai ujiannya dengan sangat bagus dan akhirnya bisa mendapatkan lisensi pilot komersialnya.


Setelah selesai menempuh pendidikan penerbangan, ia mendaftarkan dir sebagai seorang pilot atau ko-pilot dari Maskapai Penerbangan Indigo Cargo Flights.
Perusahaan itu pun menerima Shrikant sebagai First Officer atau co-pilot.
Wah, benar-benar kisah yang menyentuh hati! Apakah Anda sudah siap menirunya?
(intan/asr)
Sumber : NTD.TV/Indiatimes

No comments: