Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat Sedih, 2 Paskibraka Cantik Ini Meninggal Jelang Upacara Kemerdekaan RI, Ada yang Baru Rayakan Ultah - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat

Menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) ialah sebuah kebanggaan yang luar biasa.
Anak-anak muda diberi emban untuk mengibarkan sangsaka Merah Putih setiap upacara hari Kemerdekaan RI.
Untuk menjadi seorang Paskibra tentunya sangat tidak mudah.
Seleksi ketat serta latihan yang sangat menguras fisik dan pikiran pun harus dijalani para anggota.
Kulit yang menghitam sudah menjadi risiko tentunya.
Tapi itu semua akan terbayar setelah melihat bendera merah putih berkibar di udara.
Dibalik kebangaan itu, ada kisah menyedihkan yang datang dari anggota Paskibra ini,
Jelang 17 Agustus 2017, seorang anggota Paskibra meninggal dunia.
Ada dua anggota Paskibra yang meninggal dunia jelang upacara kemerdekaan RI.
Yang pertama adalah Aritya Syamsuddin, siswi asal SMAN 4 Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Agnes Yuriko, siswi SMA asal Palu.
Berikut kisah haru mereka berdua yang dirangkum TribunnewsBogor.com.
Aritya Syamsuddin
Dikutip dari Tribunlutim.com, Aritya Syamsuddin merupakan pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ia mengeluh sakit lalu dilarikan RSUD I Lagaligo, Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, setelah dirawat dua malam, sejak Minggu (13/8/2017).
Nahas, dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.
Almarhumah yang tergabung di pasukan 17.
Artiya merupakan anak dari Staf Kantor Camat Mangkutana, Syamsuddin Losong.


Aritya Syamsuddin, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulsel meninggal dunia. (Tribun Timur)

Aritya adalah siswi kelas 10 SMAN 4 Luwu Timur yang dulunya bernama SMAN 1 Mangkutana.
Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2017, Aritya masih mengikuti latihan.
Minggu (13/8/2017) dinihari, dia dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sesak nafas.
“Informasi dari orangtuanya tiba tiba sesak (nafas),” kata Awaluddin dihubungi TribunLutim.com, Selasa (15/8/2017).
Puluhan anggota Paskibra Mangkutana berseragam paskibra menggotong dan mengiringi keranda almarhumah menuju tempat pemakaman.
Rasa haru dan tangis sesama anggota paskibra, teman, sahabat dan keluarga Aritya mengiringi proses pemakaman.
2. Agnes Yuriko
Sebelum Aritya, Agnes rupaya lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa.
Agnes Yuriko merupakan anggota paskibra kota Palu.
Ia dikabarkan meninggal dunia, Senin (14/8/2017) sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu.
Dilansir dari TribunTimur.com, Ia meninggal hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16.
Anak pasangan Maat Suprianto dan Cucu Yuningsi ini dikenal ceria dan selalu bersemangat.

Saat terbaring di rumah sakit Aknes masih sempat mengunggah status di akun facebooknya 23 Juli lalu.
Saat itu Aknes sempat menuliskan keinginannya untuk kembali berlatih bersama rekan-rekannya.
“PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini.”
Berdasar informasi dari pihak keluarga, almarhumah awalnya hanya sakit gigi.
Setelah itu, orang tuanya membawa almarhumah ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan.
Ia dirawat di rumah sakit setelah lima hari lalu menghembuskan napas terakhirnya.
“Keinginanya ikut paskibra sangat besar meski dia sakit,” ujar Maat Suprianto.

Sedih, 2 Paskibraka Cantik Ini Meninggal Jelang Upacara Kemerdekaan RI, Ada yang Baru Rayakan Ultah


Menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) ialah sebuah kebanggaan yang luar biasa.
Anak-anak muda diberi emban untuk mengibarkan sangsaka Merah Putih setiap upacara hari Kemerdekaan RI.
Untuk menjadi seorang Paskibra tentunya sangat tidak mudah.
Seleksi ketat serta latihan yang sangat menguras fisik dan pikiran pun harus dijalani para anggota.
Kulit yang menghitam sudah menjadi risiko tentunya.
Tapi itu semua akan terbayar setelah melihat bendera merah putih berkibar di udara.
Dibalik kebangaan itu, ada kisah menyedihkan yang datang dari anggota Paskibra ini,
Jelang 17 Agustus 2017, seorang anggota Paskibra meninggal dunia.
Ada dua anggota Paskibra yang meninggal dunia jelang upacara kemerdekaan RI.
Yang pertama adalah Aritya Syamsuddin, siswi asal SMAN 4 Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Agnes Yuriko, siswi SMA asal Palu.
Berikut kisah haru mereka berdua yang dirangkum TribunnewsBogor.com.
Aritya Syamsuddin
Dikutip dari Tribunlutim.com, Aritya Syamsuddin merupakan pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ia mengeluh sakit lalu dilarikan RSUD I Lagaligo, Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, setelah dirawat dua malam, sejak Minggu (13/8/2017).
Nahas, dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.
Almarhumah yang tergabung di pasukan 17.
Artiya merupakan anak dari Staf Kantor Camat Mangkutana, Syamsuddin Losong.


Aritya Syamsuddin, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulsel meninggal dunia. (Tribun Timur)

Aritya adalah siswi kelas 10 SMAN 4 Luwu Timur yang dulunya bernama SMAN 1 Mangkutana.
Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 2017, Aritya masih mengikuti latihan.
Minggu (13/8/2017) dinihari, dia dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sesak nafas.
“Informasi dari orangtuanya tiba tiba sesak (nafas),” kata Awaluddin dihubungi TribunLutim.com, Selasa (15/8/2017).
Puluhan anggota Paskibra Mangkutana berseragam paskibra menggotong dan mengiringi keranda almarhumah menuju tempat pemakaman.
Rasa haru dan tangis sesama anggota paskibra, teman, sahabat dan keluarga Aritya mengiringi proses pemakaman.
2. Agnes Yuriko
Sebelum Aritya, Agnes rupaya lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa.
Agnes Yuriko merupakan anggota paskibra kota Palu.
Ia dikabarkan meninggal dunia, Senin (14/8/2017) sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu.
Dilansir dari TribunTimur.com, Ia meninggal hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16.
Anak pasangan Maat Suprianto dan Cucu Yuningsi ini dikenal ceria dan selalu bersemangat.

Saat terbaring di rumah sakit Aknes masih sempat mengunggah status di akun facebooknya 23 Juli lalu.
Saat itu Aknes sempat menuliskan keinginannya untuk kembali berlatih bersama rekan-rekannya.
“PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini.”
Berdasar informasi dari pihak keluarga, almarhumah awalnya hanya sakit gigi.
Setelah itu, orang tuanya membawa almarhumah ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan.
Ia dirawat di rumah sakit setelah lima hari lalu menghembuskan napas terakhirnya.
“Keinginanya ikut paskibra sangat besar meski dia sakit,” ujar Maat Suprianto.

No comments: