Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat BIADAB! Perempuan Ini Dipaksa Berhubungan S3ks di Hadapan Massa, Lalu Dipenggal Kepalanya - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat
Seorang peremuan di Republik Demokratik Kongo (RDK) dip3rk054 dan dicambuk sebelum dipenggal oleh militan yg meminum darahnya di depan massa warga.

Tindakan keji yg tidak berperikemanusiaan itu juga didukung oleh massa warga yg marah.

Pemicunya adalah soal sepele, yakni karena korban menyuguhkan ikan kepada para pemberontak, sebagaimana dilaporan Daily Mirror, Selasa (10/10/2017).

Selain pantang makan ikan dan daging, situs berita France 24 juga melaporkan, para pemberontak juga tidak mandi atau cuci selama bertempur melawan pasukan pemerintah.

Eksekusi di luar hukum oleh pemberontak yg didukung massa warga itu dilakukan dengan menggunakan parang.

Tempat kejadiannya  di luar restoran milik perempuan itu di kota kecil Luebo, RDK, yg sudah direbut pemberontak lokal dari kelompok pemberontak lainnya.

Menurut para militan, mereka pantang daging atau ikan selama pertempuran. Perempuan itu justru menyuguhkannya, yg diyakini dapat melemahkan kekuatan mereka.

Kekerasan mematikan itu terjadi tidak lama setelah kepala suku atau pemimpin lokal di wilayah Luebo tewas akibat serangan oleh pasukan pemerintah.

Rekaman atas peristiwa yg mengerikan itu dibagikan lewat Whatsapp oleh saksi mata. Seorang pria berteriak, perempuan itu harus mati karena sudah melakukan ‘pengkhianatan’.

Sebelum perempuan itu dipenggal, ia dipaksa untuk melakukan hubungan sks dengan putra dari istri kedua suaminya. Massa warga yg ikut marah pun ikut menyaksikan tindakan biadab itu.

Seorang perempuan yg memakai bandana, yg tidak lain adalah anggota dari gerakan Kamuina Nsapu – kelompok yg menentang pemerintah – mencambuk perempuan itu dan anak muda yg berhubungan sks dengannya. Pria itu juga dibunuh oleh para militan.
Seorang saksi mata, seperti dilaporkan situs berita France 24, mengecam tindakan bengis itu.

“Sungguh memalukan, mengerikan, memuakkan, dan tercela. Saya tidak tahan dan saya pergi. Kami belum pernah melihat perbuatan sekeji itu sebelumnya,” kata saksi mata itu.

Saksi mata lainnya mengatakan, perempuan itu orang baik. Namun, beberapa warga berteriak bahwa dia harus dieksekusi karena pemberontak menilai ia memiliki ‘kekuatan setan’.(*)

BIADAB! Perempuan Ini Dipaksa Berhubungan S3ks di Hadapan Massa, Lalu Dipenggal Kepalanya

Seorang peremuan di Republik Demokratik Kongo (RDK) dip3rk054 dan dicambuk sebelum dipenggal oleh militan yg meminum darahnya di depan massa warga.

Tindakan keji yg tidak berperikemanusiaan itu juga didukung oleh massa warga yg marah.

Pemicunya adalah soal sepele, yakni karena korban menyuguhkan ikan kepada para pemberontak, sebagaimana dilaporan Daily Mirror, Selasa (10/10/2017).

Selain pantang makan ikan dan daging, situs berita France 24 juga melaporkan, para pemberontak juga tidak mandi atau cuci selama bertempur melawan pasukan pemerintah.

Eksekusi di luar hukum oleh pemberontak yg didukung massa warga itu dilakukan dengan menggunakan parang.

Tempat kejadiannya  di luar restoran milik perempuan itu di kota kecil Luebo, RDK, yg sudah direbut pemberontak lokal dari kelompok pemberontak lainnya.

Menurut para militan, mereka pantang daging atau ikan selama pertempuran. Perempuan itu justru menyuguhkannya, yg diyakini dapat melemahkan kekuatan mereka.

Kekerasan mematikan itu terjadi tidak lama setelah kepala suku atau pemimpin lokal di wilayah Luebo tewas akibat serangan oleh pasukan pemerintah.

Rekaman atas peristiwa yg mengerikan itu dibagikan lewat Whatsapp oleh saksi mata. Seorang pria berteriak, perempuan itu harus mati karena sudah melakukan ‘pengkhianatan’.

Sebelum perempuan itu dipenggal, ia dipaksa untuk melakukan hubungan sks dengan putra dari istri kedua suaminya. Massa warga yg ikut marah pun ikut menyaksikan tindakan biadab itu.

Seorang perempuan yg memakai bandana, yg tidak lain adalah anggota dari gerakan Kamuina Nsapu – kelompok yg menentang pemerintah – mencambuk perempuan itu dan anak muda yg berhubungan sks dengannya. Pria itu juga dibunuh oleh para militan.
Seorang saksi mata, seperti dilaporkan situs berita France 24, mengecam tindakan bengis itu.

“Sungguh memalukan, mengerikan, memuakkan, dan tercela. Saya tidak tahan dan saya pergi. Kami belum pernah melihat perbuatan sekeji itu sebelumnya,” kata saksi mata itu.

Saksi mata lainnya mengatakan, perempuan itu orang baik. Namun, beberapa warga berteriak bahwa dia harus dieksekusi karena pemberontak menilai ia memiliki ‘kekuatan setan’.(*)

No comments: