Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat Prostitusi Pelajar di Nunukan Sudah Mengkhawatirkan - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat

Bebasinaja — Prostitusi pelajar yg menjamur di Kabupaten Nunukan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Perlindungan Anak diDinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Nunukan,  Endah Kurniawatie memastikan, kondisi ini sudah sangat parah.
“Kalau istilahnya, hutan kebakaran melihat parahnya prostitusi pelajar Nunukan,” ujarnya, Senin (6/11/2017).

Endah mengatakan, dari beberapa kasus yg ditemukan, para pelajar ini ‘menjual’ temannya untuk memperoleh uang banyak. Uang itu digunakan untuk membeli kosmetik mahal, telepon seluler canggih dan pakaian bermerk. Diapun menyebutkan, pergaulan masa kini mendapatkan pangsa pasar khusus yg disambut antusias pria hidung belang.

“Mereka membantu menyebarkan informasi mengenai ABG yg sudah ia kencani. Berpindah tangan dari satu tangan ke tangan lain,” ujarnya.
Uang untuk kepentingan gaya membuat para pelajar ini mengenyampingkan moral dan etika.

“Ini diperparah dengan mudahnya obat-obat terlarang didapat. Sangat parah,” ujarnya.

Perkembangan diera globalisasi, kata dia, memberikan kemudahan mengakses informasi. Para pelajar ini akhirnya terjerumus karena belum tahu memilah antara informasi yg edukatif atau informasi yg butuh filter.

“Kalau ditanya berapa jumlahnya? yg jelas sangat banyak sekali. Buat orang tua, mohon laporkan kepada kami untuk pendampingan. Jangan sampai yg begini tidak diketahui mereka,” ujarnya.

Prostitusi Pelajar di Nunukan Sudah Mengkhawatirkan


Bebasinaja — Prostitusi pelajar yg menjamur di Kabupaten Nunukan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Perlindungan Anak diDinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Nunukan,  Endah Kurniawatie memastikan, kondisi ini sudah sangat parah.
“Kalau istilahnya, hutan kebakaran melihat parahnya prostitusi pelajar Nunukan,” ujarnya, Senin (6/11/2017).

Endah mengatakan, dari beberapa kasus yg ditemukan, para pelajar ini ‘menjual’ temannya untuk memperoleh uang banyak. Uang itu digunakan untuk membeli kosmetik mahal, telepon seluler canggih dan pakaian bermerk. Diapun menyebutkan, pergaulan masa kini mendapatkan pangsa pasar khusus yg disambut antusias pria hidung belang.

“Mereka membantu menyebarkan informasi mengenai ABG yg sudah ia kencani. Berpindah tangan dari satu tangan ke tangan lain,” ujarnya.
Uang untuk kepentingan gaya membuat para pelajar ini mengenyampingkan moral dan etika.

“Ini diperparah dengan mudahnya obat-obat terlarang didapat. Sangat parah,” ujarnya.

Perkembangan diera globalisasi, kata dia, memberikan kemudahan mengakses informasi. Para pelajar ini akhirnya terjerumus karena belum tahu memilah antara informasi yg edukatif atau informasi yg butuh filter.

“Kalau ditanya berapa jumlahnya? yg jelas sangat banyak sekali. Buat orang tua, mohon laporkan kepada kami untuk pendampingan. Jangan sampai yg begini tidak diketahui mereka,” ujarnya.

No comments: