Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat Hacker 16 Tahun yang Diduga Pembobol Akun FBI dan CIA Ditangkap - Bebasinaja.com Berita Terkini dan Terakurat


LONDON - Kepolisian Inggris mengkonfirmasi bahwa aparatnya telah menangkap seorang hacker remaja berusia 16 tahun yang diduga membobol akun FBI dan CIA.

Hacker remaja itu diyakini kepolisian Inggris bertanggung jawab atas rentetan serangan cyber, termasuk pembobolan akun email pribadi Direktur CIA; John Brennan. Dia juga diduga terlibat dalam serangan cyber terbaru terhadap komputer Departemen Kehakiman (DOJ) yang mengakibatkan kebocoran lebih dari 25 ribu kredensial federal AS.


Identitas remaja itu belum dirilis pihak penegak hukum Inggris. Namun, situs teknologi Motherboard melaporkan bahwa hacker yang ditangkap itu merupakan hacker yang menggunakan nama samaran 'Cracka'.

Hacker itu sempat melakukan kontak dengan Motherboard soal penangkapannya.”Mereka mencoba untuk menghancurkan hidup saya,” katanya. ”Saya tidak bersalah sampai terbukti bersalah, jadi saya tidak perlu untuk khawatir.”

Pihak South East Regional Organised Crime Unit (SEROCU) mengkonfirmasi soal penangkapan hacker itu.”Ditangkap seseorang baru-baru ini terkait pelanggaran komputasi,” bunyi konfirmasi pihak SEROCU kepada IB Times, semalam.

Pada Oktober tahun lalu, akun email pribadi Direktur CIA; John Brennan, diretas hacker remaja yang mengaku masih duduk di bangku SMA. Bocoran data dari peretasan email itu kemudian dipublikasikan situs anti-kerahasiaan WikiLeaks. Salah satu data yang dibocorkan adalah kebijakan pemerintah AS tentang teknik interogasi terhadap terpidana kasus terorisme dan dokumen kebijakan AS terhadap Iran.

Hacker 16 Tahun yang Diduga Pembobol Akun FBI dan CIA Ditangkap



LONDON - Kepolisian Inggris mengkonfirmasi bahwa aparatnya telah menangkap seorang hacker remaja berusia 16 tahun yang diduga membobol akun FBI dan CIA.

Hacker remaja itu diyakini kepolisian Inggris bertanggung jawab atas rentetan serangan cyber, termasuk pembobolan akun email pribadi Direktur CIA; John Brennan. Dia juga diduga terlibat dalam serangan cyber terbaru terhadap komputer Departemen Kehakiman (DOJ) yang mengakibatkan kebocoran lebih dari 25 ribu kredensial federal AS.


Identitas remaja itu belum dirilis pihak penegak hukum Inggris. Namun, situs teknologi Motherboard melaporkan bahwa hacker yang ditangkap itu merupakan hacker yang menggunakan nama samaran 'Cracka'.

Hacker itu sempat melakukan kontak dengan Motherboard soal penangkapannya.”Mereka mencoba untuk menghancurkan hidup saya,” katanya. ”Saya tidak bersalah sampai terbukti bersalah, jadi saya tidak perlu untuk khawatir.”

Pihak South East Regional Organised Crime Unit (SEROCU) mengkonfirmasi soal penangkapan hacker itu.”Ditangkap seseorang baru-baru ini terkait pelanggaran komputasi,” bunyi konfirmasi pihak SEROCU kepada IB Times, semalam.

Pada Oktober tahun lalu, akun email pribadi Direktur CIA; John Brennan, diretas hacker remaja yang mengaku masih duduk di bangku SMA. Bocoran data dari peretasan email itu kemudian dipublikasikan situs anti-kerahasiaan WikiLeaks. Salah satu data yang dibocorkan adalah kebijakan pemerintah AS tentang teknik interogasi terhadap terpidana kasus terorisme dan dokumen kebijakan AS terhadap Iran.

No comments: